Earth Hour

WWF-Indonesia sekali lagi melakukan kegiatan Car Free Day (CFD) dalam rangka Kampanye EARTH HOUR Indonesia 2014 untuk keempat kalinya. Diselenggarakan enam hari sebelum EARTH HOUR yang jatuh pada tanggal 29 Maret 2014, kegiatan CFD hari ini masih fokus pada seruan kepada publik tentang pentingnya mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan yang mudah, murah dan dapat dilakukan mulai dari diri sendiri dalam kehidupan mereka sehari-hari, lewat sebuah aksi serentak bertajuk KolaborAKSI SERENTAK: “Ini Aksiku! Mana Aksimu?”. Hari ini, tercatat 29 kota berpartisipasi dalam aksi serentak yang mengangkat pesan untuk bijak dan hemat dalam memanfaatkan air dan energi, yang sekaligus memperingati World Water Day yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2014 kemarin.

“EARTH HOUR bukan sekedar mematikan lampu dan peralatan elektronik selama satu jam, tapi lebih merupakan simbolisasi akan sebuah tindakan yang sederhana yang dilakukan oleh seseorang, yang berdampak sangat besar bagi perbaikan lingkungan bila dilakukan secara bersama-sama”, jelas Nyoman Iswarayoga, Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF-Indonesia. “Itulah mengapa KolaborAKSI SERENTAK menjadi inti dari Kampanye EARTH HOUR Indonesia tahun ini, karena melalui aksi serentak yang digerakkan oleh kekuatan komunitas lokal untuk menyerukan hemat energi, hemat kertas dan tisu, mendukung transportasi publik dan mengelola sampah plastik secara kreatif, kami yakin Kampanye EARTH HOUR Indonesia akan memberikan dampak nyata terhadap upaya menjaga kelestarian bumi kita”.

29 kota yang terlibat dalam aksi serentak hari ini melakukan berbagai kampanye kreatif, yang tetap berpusat di kegiatan CFD bagi kota-kota yang memiliki kegiatan CFD. Seperti misalnya di Jakarta, gabungan beberapa komunitas pendukung EARTH HOUR melakukan aksi bersepeda bersama melakukan konfigurasi 60+, simbol gerakan EARTH HOUR dunia. Sementara itu, komunitas pendukung EARTH HOUR di kota Bandung, Solo, Surabaya, Kediri, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda dan Makassar melakukan aksi edukasi di sungai.

“Air dan energi adalah unsur yang melekat dalam kehidupan kita sehari-hari, oleh karenanya penting bagi kita semua untuk selalu bijak dalam menggunakannya karena menjaga sumber air dan menghemat penggunaan air akan menjamin ketersediaan air bagi kehidupan kita. Air juga menjadi salah satu sumber energi penting yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Seiring dengan peringatan World Water Day, hari ini Kampanye EARTH HOUR Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk selalu sadar melakukan konservasi air di rumah, tempat kerja, sekolah, kampus ataupun lingkungan terdekat mereka,” jelas Nyoman lagi.

KolaborAKSI SERENTAK: “Ini Aksiku! Mana Aksimu?” dalam rangka Kampanye EARTH HOUR Indonesia 2014 dilakukan bersamaan dengan empat kali kegiatan CFD selama bulan Februari dan Maret 2014.  Aksi pertama dilakukan pada 16 Februari 2014 dengan tema mendukung #TransportasiPublik di 16 kota, lalu aksi kedua dilakukan pada 23 Februari 2014 dengan tema pengelolaan sampah plastik lewat aksi #PlastikTakAsik yang sukses memobilisasi pendukung di 25 kota untuk melakukan riset potensi sampah yang dibuang sembarangan di kegiatan CFD, dan selama rata-rata dua jam kegiatan CFD, total timbulan sampah mencapai 502,34 kg. Aksi ketiga dilakukan pada 9 Maret 2013 dengan mengadvokasi publik untuk mengelola sampah kertas secara bijak lewat aksi #BijakKertas serentak oleh 26 kota, yang mengumpulkan total 1341,45 kg sampah kertas yang langsung disalurkan kepada pengumpul untuk didaur ulang.

Aksi global EARTH HOUR ditandai dengan melakukan aksi Switch Off atau mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak sedang dipakai selama satu jam, yang tahun ini jatuh pada tanggal 29 Maret 2014, mulai pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat. Sebagai sebuah gerakan komunitas terbesar di dunia, pada 2013 lalu, aksi EARTH HOUR Switch Off dipercaya berhasil menggalang partisipasi lebih dari 2,3 milyar orang di 154 negara. Berbagai bangunan icon dunia ikut berpartisipasi dalam aksi Switch Off, antara lain: Empire State Building di New York, Tower Bridge dan St Paul’s di London, Edinburgh Castle di Skotlandia, Brandenburg Gate di Berlin, Eiffel Tower di Paris, Kremlin and Red Square di Moskow, Bosphorus Bridge yang menghubungkan Eropa dan Asia, Burj Khalifa di Dubai, Marina Bay Sands di Singapura, dan banyak lagi.

Sejak Indonesia bergabung dalam gerakan global EARTH HOUR tahun 2009, WWF-Indonesia terus aktif memobilisasi jutaan publik Indonesia agar lebih peduli dan mau melakukan perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan untuk menanggulangi dampak perubahan iklim. Setelah enam tahun berjalan, gerakan EARTH HOUR telah menjadi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia, baik sebagai aksi di ruang terbuka maupun mobilisasi digital, yang melibatkan komunitas dari Aceh hingga Sulawesi. Setelah tahun lalu didukung oleh 31 kota, tahun ini 34 kota menyatakan partisipasinya dalam aksi EARTH HOUR, yaitu: Banda Aceh, Lhokseumawe, Padang, Palembang, Pekanbaru, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Yogyakarta, Semarang, Solo, Malang, Kota Batu, Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Madiun, Denpasar, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Sangatta, Palu, Sorowako, Makassar dan Ambon.

Dalam perkembangannya, banyak aksi berkelanjutan diupayakan para pendukung kampanye ini di Indonesia sebagai tindak lanjut EARTH HOUR. Banda Aceh dengan aksi tanam mangrove di pesisir Aceh Besar, Bekasi dengan aksi tanam mangrove di Muara Gembong, Bandung dengan aksi pengelolaan sampah kota, Yogyakarta dengan aksi tanam pohon produktif di Desa Terong, Samarinda dengan aksi revitalisasi sungai (tanam bakau dan bersih sungai), Makassar dengan kampung hijau dan sekolah satelit dalam skema Makassar Creative City Movement, dan Denpasar dengan aksi adopsi koral untuk birukan laut di Bali Barat dan aksi tanam pohon untuk hijaukan hutan di kaldera Gunung Batur Kintamani. Di tingkat global, gerakan EARTH HOUR tahun ini mengangkat 20 inisiatif crowdfunding dari seluruh dunia. Salah satunya adalah program “Power Up A Ranger” dari Indonesia, yaitu  aksi penggalangan donasi secara online melalui skema crowdfunding untuk perbaikan kualitas peralatan dan keselamatan kerja penjaga hutan dan laut di Indonesia.

Kampanye EARTH HOUR Indonesia 2014 didukung oleh mitra-mitra korporasi, yaitu: BFI Finance, Teh Kotak Thanks to Nature, Garuda Indonesia, LINE, Weber Shandwick, Central Park Mall, dan Hotel Indonesia Kempinski, yang telah menyatakan komitmen terhadap gerakan EARTH HOUR, akan berpartisipasi dalam aksi Switch Off dan secara sukarela mengajak rekanan, staf, konsumen, dan masyarakat dalam jejaring kelompok mitra korporasi.

Link sumber : http://earthhour.wwf.or.id/siaran_pers_detail.php?id=15#.VKfjXcmsLIU

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Apa itu Bank Sampah? Dan apa manfaatnya?

APA ITU BANK SAMPAH?

Bank Sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Warga yang menabung yang juga disebut nasabah memiliki buku tabungan dan dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang dipinjam.Sampah yang ditabung ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang nantinya akan dijual di pabrik yang sudah bekerja sama. Sedangkan plastik kemasan dibeli ibu-ibu PKK setempat untuk didaur ulang menjadi barang-barang kerajinan.

TUJUAN DAN MANFAAT BANK SAMPAH.

Tujuan dibangunnya bank sampah sebenarnya bukan bank sampah itu sendiri. Bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah. Jadi, bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 4R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.

Bank sampah juga dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Dengan pola ini maka warga selain menjadi disiplin dalam mengelola sampah juga mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan. Tampaknya pemikiran seperti itu pula yang ditangkap oleh Kementerian Lingkungan Hidup. September lalu instansi pemerintah ini menargetkan membangun bank sampah di 250 kota di seluruh Indonesia. Menteri Negara Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengatakan sampah sudah menjadi ancaman yang serius, bila tidak dikelola dengan baik. Bukan tidak mungkin beberapa tahun mendatang sekitar 250 juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah di lingkungannya.

BAGAIMANAKAH PROSES DAN CARA KERJANYA?

Sama seperti di bank-bank penyimpanan uang, para nasabah dalam hal ini masyarakat bisa langsung datang ke bank untuk menyetor. Bukan uang yang di setor, namun sampah yang mereka setorkan. Sampah tersebut di timbang dan di catat di buku rekening oleh petugas bank sampah. Dalam bank sampah, ada yang di sebut dengan tabungan sampah.

Hal ini adalah cara untuk menyulap sampah menjadi uang sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dari sampah khususnya plastik sekaligus bisa dimanfaatkan kembali (reuse). Biasanya akan di manfaatkan kembali dalam berbagai bentuk seperti tas, dompet, tempat tisu, dan lain-lain. Syarat sampah yang dapat di tabung adalah yang rapi dalam hal pemotongan. Maksudnya adalah ketika ingin membuka kemasannya, menggunakan alat dan rapi dalam pemotongannya. Kemudian sudah di bersihkan atau di cuci.

Yang terakhir, harus menyetorkan minimal 1 kg. Ada dua bentuk tabungan di bank sampah. Yang pertama yaitu tabungan rupiah di mana tabungan ini di khususkan untuk masyarakat perorangan. Dengan membawa sampah kemudian di tukar dengan sejumlah uang dalam bentuk tabungan.

Beberapa contoh kemasan plastik yang dapat di tukar yaitu menurut kualitas plastiknya. Kualitas ke 1 yaitu plastik yang sedikit lebar dan tebal (karung beras, detergen, pewangi pakaian, dan pembersih lantai). Kualitas ke 2 yaitu plastik dari minuman instan dan ukurannya agak kecil (kopi instan, suplemen, minuman anak-anak, dan lain-lain). Kualitas ke 3 yaitu plastik mie instan. Kemudian kualitas ke 4 yaitu botol plastik air mineral. Yang paling rendah yaitu kualitas 0 adalah bungkus plastik yang sudah sobek atau tidak rapi dalam membuka kemasannya. Karena akan susah untuk di gunakan kembali dalam berbagai bentuk seperti tas, dompet, tempat tisu, dan lain-lain. Untuk kualitas yang terakhir, harus di setor dalam bentuk guntingan kecil-kecil (di cacah).

Bentuk tabungan sampah yang kedua di sebut tabungan lingkungan. Tabungan lingkungan adalah partisipasi perusahaan dan kalangan bisnis untuk pelestarian lingkungan. Tabungan ini tidak dapat di uangkan, tetapi nasabahnya akan di publish ke media sebagai perusahaan atau kalangan bisnis yang melestarikan lingkungan. Lebih lanjut akan di berikan piagam BUMI setiap hari lingkungan hidup.

Inilah salah satu alternatif untuk memecahkan masalah sampah dan ikut berpartisipasi melestarikan lingkungan. Yang pada akhirnya berdampak baik untuk bumi ini. Sekecil apa pun yang kita lakukan untuk bumi ini, pasti akan berdampak besar bagi kelangsungan bumi itu sendiri.

Link Sumber : http://itfanweb.blogspot.com/2012/04/apa-itu-bank-sampah-dan-apa-manfaatnya.html

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Hidden Park

HiddenPark merupakan suatu kampanye pengaktifan taman kota sebagai ruang publik kreatif sehingga menciptakan pengalaman baru berinteraksi dengan RTH (*read: Placemaking). HiddenPark juga merupakan sebuah eksperimen sosial yang terus berjalan untuk mengidentifikasi aspirasi masyarakat urban terhadap RTH dan memfasilitasi diskusi antar berbagai pemangku kepentingan untuk membuahkan kemitraan. Pada saat yang bersamaan diharaphakan gerakan ini dapat memicu meluasnya budaya bertaman yang bertanggung jawab dan menumbuhkan sense of belonging warga kota terhadap taman-tamannya.

Melalui HiddenPark kami ingin memicu proses pembelajaran dan pengembangan konsep placemaking di ruang-ruang hijau kota. Dengan melakukan hal ini kami berharap dapat mendorong pendekatan kolaboratif dalam pengembangan dan pengelolaan RTH terutama taman-taman kota. Kami memulai dengan mengangkat potensi tersembunyi dari taman-taman di Jakarta. Dengan perubahan-perubahan kecil yang dipicu oleh energi kreatif komunitas, sektor swasta, dan pemerintah kami ingin menunjukkan bawa visi ini bukan mustahil.

Setelah sukses memicu inspirasi di Taman Langsat, Kebayoran Baru tahun lalu, tahun ini HiddenPark hadir di Taman Kota Tebet kembali bertetapatan dengan momentum Hari Penataan Ruang 2013. Taman yang berstatus sebagai Taman Lingkungan ini dibangun pada tahun 2010 dan memiliki luas 2,6 hektar dengan fasilitas playground, jogging track, lapangan futsal, jalan setapak reflexology, dan plaza terbuka. Lokasi di dekat kawasan hunian dan sekolah serta kondisi taman yang baik menjadikannya strategis untuk pelaksanaan kampanye.

*Placemaking is a multi-faceted approach to the planning, design and management of public spaces. Placemaking capitalizes on a local community’s assets, inspiration, and potential, ultimately creating good public spaces that promote people’s health, happiness, and well being. Placemaking is both a process and a philosophy.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai Ruang Publik

Better parks, better citizens

Ruang Terbuka Hijau menyokong kehidupan kota. Lokasi-lokasi ini berfungsi menyaring polusi kendaraan bermotor dan menyerap kelebihan air di musim hujan menjadi air tanah. Dari Pantauan citra satelit (2009) diketahui Jakarta masih menyimpan potensi RTH sebesar 23,58%. Sementara luas RTH Publik Jakarta baru mencapai 10% masih jauh dari batas minimal tata ruang kota (UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang) yaitu 20% untuk RTH Publik dan 10% untuk RTH Privat. Hal ini disebabkan RTH dan lahan basah, taman terbuka, dan rawa-rawa diubah menjadi perumahan, pusat perbelanjaan, dan kawasan industri. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berkomitmen untuk melakukan perluasan RTH secara fisik. Namun pada saat yang bersamaan perlu pula ditingkatkan public value ruang-ruang tersebut sehingga benar-benar menjadi ruang yang dinamis.

Selain fungsi ekologis, RTH terutama taman kota menyimpan segudang manfaat untuk warga kota yaitu sebagai ruang rekreasi, wisata, edukasi, kreasi dan bersosialisai. Warga kota Jakarta memang rindu akan ruang publik yang dapat dijadikan ruang berkespresi dan menurut kami taman kota adalah lokasi yang tepat. Melalui HiddenPark kami mengidentifikasi bahwa taman kota merupakan ruang berbagi kebahagiaan. Kami percaya bahwa peningkatan kualitas taman kota dan RTH lain juga berarti peningkatan kualitas kehidupan warganya.

Link Sumber : http://hiddenpark-id.com/about

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

SaveShark Indonesia

Hiu. Mereka terdiri dari beragam spesies, mulai dari seukuran telapak tangan, seperti Euprotomicrus bispinatus, hingga sebesar 12 meter, seperti Rhincodon typus. Sebesar apa pun wujudnya, ketika mendengar nama “hiu” disebut, banyak pikiran yang memprosesnya sebagai ancaman atau minimal kengerian. Hiu dianggap berbahaya untuk manusia. Yang belakangan marak adalah hiu dianggap berkhasiat untuk mengobati beragam penyakit sehingga lazim untuk dikonsumsi.

Hiu pada faktanya adalah predator teratas yang punya peran penting untuk mengontrol populasi hewan laut dalam rantai makanan. Ketika populasi hiu di perairan terjaga kelestariannya, ia barulah mampu menyeimbangkan ekosistem laut, dalam hal ini menjaga ikan-ikan yang biasa kita konsumsi tetap berlimpah.

Adalah fakta pula bahwa hiu adalah hewan yang dilindungi. Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) memasukkan 12 jenis hiu dalam daftar Appendix 1, 2, dan 3, yang secara garis besar berisi larangan memperdagangkan suatu spesies karena terancam punah (1), pengaturan pengelolaan spesies melalui aturan perdagangan yang ketat (2), serta perlindungan spesies setidaknya di satu negara anggota CITES. Di luar itu, International Union for Conservation of Nature (IUCN) mendaftarkan banyak spesies hiu dalam Red List of Endangered Threatened Protected Species. Belum lagi, keberadaan International Plan of Action (IPOA) dari Food and Agriculture Organization (FAO) tentang perlindungan hiu yang harus ditaati oleh negara-negara anggota FAO dengan membuat National Plan of Action (NPOA) atau Renjana Kerja Aksi. Indonesia sudah turut mendukung NPOA, hanya saja belum ada kekuatan hukum yang mengikat di dalamnya.

Hiu nyatanya memang terancam punah. Banyak perburuan hiu, termasuk di perairan Indonesia, yang dilakukan oleh para nelayan atau pihak-pihak tertentu yang merasa hiu memiliki nilai jual tinggi. Indonesia, berdasarkan laporan TRAFFIC periode 2000-2010, bahkan disebut sebagai penangkap hiu terbesar di dunia. Hal ini karena tingginya permintaan pasar terhadap produk hiu—baik itu sirip, minyak, atau kulit.

Seiring meluasnya problem hiu tersebut, pada akhir 2010, Majalah Divemag Indonesia mengamat-amati dan mencari kegiatan kelautan Indonesia untuk disosialisasikan dan lebih luas lagi dipublikasikan. Divemag Indonesia lalu menemukan bahwa di antara banyak isu, dukungan untuk penyelamatan hiu tidak kentara gaungnya. Sementara, saat itu, kesadaran dunia internasional akan pentingnya menyelamatkan hiu dari kepunahan sudah ramai digerakkan. Divemag Indonesia akhirnya menjadi inisiator untuk kampanye yang kini kita kenal dengan nama #SaveSharks Indonesia. Setelah satu tahun, pada 2011, kampanye menjadi lebih intens. Di saat-saat itulah, Itong Hiu lahir sebagai ikon #SaveSharks Indonesia.

Dalam perjalanannya, #SaveSharks Indonesia melakukan kampanye yang berfokus pada konsumen. Hal ini karena—belakangan diketahui bahwa—informasi yang sampai kepada konsumen tentang dampak negatif mengonsumsi hiu untuk kesehatan, hingga perihal nyaris punahnya hiu, hampir tidak ada.

Melalui kampanye #SaveSharks Indonesia, baik lewat social media maupun situs ini, diharapkan masyarakat yang seluas-luasnya kian memahami pentingnya menyelamatkan hiu untuk masa depan kita. Selamat bergabung bersama #SaveSharks Indonesia. Mari bersama-sama menyelamatkan hiu dari bahaya kepunahan.

Link sumber : http://savesharksindonesia.org/about/profile/

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Pengertian International Electronic Fund Transfer

International Electronic Fund Transfer adalah
Electronic Funds Transfer Systems (EFTS) sudah menjadi metode utama yang melibatkan pembayaran dana dalam jumlah besar yang dilakukan lembaga keuangan dan nasabah bisnisnya. EFT didefinisikan sebagai pemindahan dana yang diawali dari terminal elektronik, instrument telpon, computer, atau magnetic tape untuk memesan, memerintahkan, atau memberikan kewenangan kepada lembaga keuangan untuk mendebet atau mengkredit rekening. Kemampuan lembaga keuangan untuk menyediakan jasa-jasa tersebut seiring dengan perkembangan teknologi computer dan teknologi komunikasi data.
FEDWIRE
Fedwire adalah jaringan pemindahan dana dan surat-surat berharga berskala nasional yang diselenggarakan oleh bank sentral Amerika Serikat yang dikenal sebagai Federal Reserve. Sistem ini terhubung ke 12 bank sentral Negara bagian dengan banyak lembaga keuangan yang tergabung dalam jaringan tersebut yang memiliki cadangan atau rekening kliring di Fedres. Fedwire memproses hampir US$1.4 trillion per hari dalam bentuk dana dan surat-surat berharga. Sistem pemindahan dana melalui Fedwire menyediakan transfer elektronik antar lembaga keuangan dan mempunyai fungsi baik sebagai proses kliring maupun pengendapan dananya (settlement). Pelayanan Fedwire bisa diakses melalui computer interface secara langsung atau secara off-line dari pesawat telpon melalui system pengiriman elektronik berbasis PC yang dikenal sebagai Fedline.

sumber :
http://adikills.wordpress.com/2011/06/10/jenis-jenis-e-banking/

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Pengertian E-Banking Dan M-Banking

1. Pengertian E-Banking
Apa itu E-Banking?
Electronic Banking (e-banking) merupakan suatu aktifitas layanan perbankan yang menggabungkan antara sistem informasi dan teknologi, e-banking meliputi phone banking, mobile banking, dan internet banking. E-banking didefinisikan sebagai penghantaran otomatis jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif. E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Nasabah dapat mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronis seperti komputer/PC, PDA, ATM, atau telepon.

2. Pngertian M-Banking
Saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), dan pembelian voucher. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan, namun tergantung pada akses yang dapat diberikan bank. Saluran ini sebenarnya termasuk praktis namun dalam prakteknya agak merepotkan karena nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms. Di balik kemudahan e-Banking tersimpan pula risiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik. Lazimnya untuk ATM, nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN); sedangkan untuk Phone Banking, Internet Banking, dan SMS/m-Banking, nasabah diberikan kode pengenal (userid) dan PIN. Sebagai pengaman tambahan untuk internet banking, pada bank tertentu diberikan piranti tambahan untuk mengeluarkan PIN acak/random. Sedangkan untuk SMS Banking, nasabah diminta untuk meregistrasikan nomor HP yang digunakan. Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e-Banking, kini pilihan ada di tangan kita untuk memanfaatkannya atau tidak. Namun mengingat tidak semua bank menyediakan layanan-layanan tersebut, maka seberapa pintarkah bank kita? Untuk dapat bertransaksi pintar, kini saatnya memilih bank pintar kita, tentunya sesuai kebutuhan transaksi.

sumber
http://adikills.wordpress.com/2011/06/10/jenis-jenis-e-banking/

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Jenis E-Banking Beserta Penjelasanya

1. Automated Teller Machine (ATM).
Terminal elektronik yang disediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai
dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana.

2. Computer Banking.
Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat data bank,
untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain.

3. Debit (or check) Card.
Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet
(diambil) dari rekening bankny.

4. Direct Deposit.
Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang
membayar sejumlah dana (misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah.

5. Direct Payment (also electronic bill payment).
Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik.
Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini,
nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment.

6. Electronic Bill Presentment and Payment (EBPP)
Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank.
Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar tagihan tersebut secara online juga.
Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut.

7. Electronic Check Conversion.
Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan oelh pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal
ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik.

8. Preauthorized Debit (or automatic bill payment).
Bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya
dengan jumlah pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll). Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor (misalnya PLN atau PT Telkom)

9. Prepaid Card.
Salah satu tipe Stored-Value Card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu.

10. Smart Card.
Salah satu tipe stored-value card yang di dalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan,
atau melakukan proses untuk tujuan khusus (misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi). Kartu ini bisa digunakan pada sistem terbuka
misalnya untuk pembayaran transportasi publik) atau sistem tertutup (misalnya MasterCard atau Visa networks).

11. Stored-Value Card.
Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, yang diisi melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain.
Untuk single-purpose stored value card, penerbit (issuer) dan penerima (acceptor) kartu adalah perusahaan yang sama dan dana pada kartu tersebut menunjukkan pembayaran di muka untuk penggunaan barang dan jasa
tertentu (misalnya kartu telpon). Limited-purpose card secara umum digunakan secara terbatas pada terminal POS yang teridentifikasi sebelumnya di lokasi-lokasi tertentu (misalnya vending machines di sekolah-sekolah).
Sedangkan multi-purpose card dapat digunakan pada beberapa penyedia jasa dengan kisaran yang lebih luas, misalnya kartu dengan logo MasterCard, Visa, atau logo lainnya dalam jaringan antar bank.

sumber :
http://adikills.wordpress.com/2011/06/10/jenis-jenis-e-banking/

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar