Hidden Park

HiddenPark merupakan suatu kampanye pengaktifan taman kota sebagai ruang publik kreatif sehingga menciptakan pengalaman baru berinteraksi dengan RTH (*read: Placemaking). HiddenPark juga merupakan sebuah eksperimen sosial yang terus berjalan untuk mengidentifikasi aspirasi masyarakat urban terhadap RTH dan memfasilitasi diskusi antar berbagai pemangku kepentingan untuk membuahkan kemitraan. Pada saat yang bersamaan diharaphakan gerakan ini dapat memicu meluasnya budaya bertaman yang bertanggung jawab dan menumbuhkan sense of belonging warga kota terhadap taman-tamannya.

Melalui HiddenPark kami ingin memicu proses pembelajaran dan pengembangan konsep placemaking di ruang-ruang hijau kota. Dengan melakukan hal ini kami berharap dapat mendorong pendekatan kolaboratif dalam pengembangan dan pengelolaan RTH terutama taman-taman kota. Kami memulai dengan mengangkat potensi tersembunyi dari taman-taman di Jakarta. Dengan perubahan-perubahan kecil yang dipicu oleh energi kreatif komunitas, sektor swasta, dan pemerintah kami ingin menunjukkan bawa visi ini bukan mustahil.

Setelah sukses memicu inspirasi di Taman Langsat, Kebayoran Baru tahun lalu, tahun ini HiddenPark hadir di Taman Kota Tebet kembali bertetapatan dengan momentum Hari Penataan Ruang 2013. Taman yang berstatus sebagai Taman Lingkungan ini dibangun pada tahun 2010 dan memiliki luas 2,6 hektar dengan fasilitas playground, jogging track, lapangan futsal, jalan setapak reflexology, dan plaza terbuka. Lokasi di dekat kawasan hunian dan sekolah serta kondisi taman yang baik menjadikannya strategis untuk pelaksanaan kampanye.

*Placemaking is a multi-faceted approach to the planning, design and management of public spaces. Placemaking capitalizes on a local community’s assets, inspiration, and potential, ultimately creating good public spaces that promote people’s health, happiness, and well being. Placemaking is both a process and a philosophy.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai Ruang Publik

Better parks, better citizens

Ruang Terbuka Hijau menyokong kehidupan kota. Lokasi-lokasi ini berfungsi menyaring polusi kendaraan bermotor dan menyerap kelebihan air di musim hujan menjadi air tanah. Dari Pantauan citra satelit (2009) diketahui Jakarta masih menyimpan potensi RTH sebesar 23,58%. Sementara luas RTH Publik Jakarta baru mencapai 10% masih jauh dari batas minimal tata ruang kota (UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang) yaitu 20% untuk RTH Publik dan 10% untuk RTH Privat. Hal ini disebabkan RTH dan lahan basah, taman terbuka, dan rawa-rawa diubah menjadi perumahan, pusat perbelanjaan, dan kawasan industri. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berkomitmen untuk melakukan perluasan RTH secara fisik. Namun pada saat yang bersamaan perlu pula ditingkatkan public value ruang-ruang tersebut sehingga benar-benar menjadi ruang yang dinamis.

Selain fungsi ekologis, RTH terutama taman kota menyimpan segudang manfaat untuk warga kota yaitu sebagai ruang rekreasi, wisata, edukasi, kreasi dan bersosialisai. Warga kota Jakarta memang rindu akan ruang publik yang dapat dijadikan ruang berkespresi dan menurut kami taman kota adalah lokasi yang tepat. Melalui HiddenPark kami mengidentifikasi bahwa taman kota merupakan ruang berbagi kebahagiaan. Kami percaya bahwa peningkatan kualitas taman kota dan RTH lain juga berarti peningkatan kualitas kehidupan warganya.

Link Sumber : http://hiddenpark-id.com/about

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s